Aku berlari dan aku terjatuh Aku berjalan dan aku tersesat. Satu persatu mulai meninggalakan. Tapi, Pelan-pelan mulai tergantikan. Hari ini takut kehilangan. Esok hari mulai didorong untuk pergi perlahan. Jadi tetap tinggal atau pergi? Kebahagiaan dan kesedihan selalu datang dan pergi. Kadang takut untuk bahagia, karena ketika terlalu bahagia kesedihan akan menghantui. Sulit untuk bersama tapi sulit pula untuk melepasnya. Katanya Cinta itu sederhana. Tapi, kenapa semua ini begitu rumit untuk dilalui ?
Maaf yang tak terkira untuk kamu ... Maaf jika selama ini gak pernah bisa jadi yg baik buat kamu... Maaf sudah buat kamu kecewa... Maaf untuk segala yg aku lakukan padamu... jika aku bisa kembali mengulang waktu... aku tidak akan pernah melakukan hal itu... aku tidak akan membuatmu kecewa... aku tidak akan menyia-nyiakanmu... Maaf... aku minta maaf yang tidak terkira untuk kamu ... padahal kamu selalu peduli ... kamu selalu mengerti aku... tapi, aku sudah menyia-nyiakan kamu... Maaf... cuman bisa minta maaf untukmu...
Takkan selamanya, tanganku mendekapmu.. Takkan selamanya, raga ini menjagamu... ”hai kak ify,” panggil debo riang dan menghentikan senandung dari bibir mungil ify. ”hai, debo. Loh, kok udah pulang sekolah?” tanya ify heran saat melihat debo memakai baju bebas, bukan seragam. Biasanya kan debo main ke rumah ify pake baju seragam. ”ini kan hari sabtu, kak. Libur,” kata debo sambil mencubit kedua pipi ify gemas. Ify tersenyum malu. ”hehe. Kak ify lupa. Maklum, udah tua,” kata ify sambil memperlihatkan kembali senyumnya. Namun yang ini terlihat lebih manis. ”duduk, de.” ”nggak usah, kak. Lagian aku yakin bentar lagi kakak mau dijemput kan?” tanya debo jahil membuat semburat merah muncul di kedua pipi ify. ”di jemput siapa?” tanya ify sambil memalingkan wajahnya ke arah lain. ”ah, nggak usah pura-pura nggak tau deh,” ledek debo sambil mencubit kedua pipi ify, yang sepertinya sudah jadi kebiasaannya. ”sama ayang rio.” ”ah, debo. Nggak usah cubit-cubit deh. Aku tahu, aku ema...
Komentar
Posting Komentar